POSTCOLONIALISM IN AFRICA BASED ON COLONIALISM ANALYSIS IN CHINUA ACHEBE’S THINGS FALL APART

Adi Yusuf Yusuf

Abstract


Adi Yusuf

Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

adiyusuf@fbs.unipdu.ac.id

 

Abstract

One of the interesting things in the study of literary works is to explore the representation of a literary work itself to the culture of real life. More specifically, when it is related to the history – in this case, the condition of precolonial, colonial, and postcolonial times. This article discusses postcolonialism analysis on Things fall Apart by Achebe. The method used in this study is descriptive qualitative. It is found that the novel represents “precolonial tribal” life in Africa: earning a living by farming land and keeping the cattle, diverse cultural backgrounds including belief of traditional religion. Then, the things lost as a result of colonial contact are “religious practice and government”. Then, Colonizers’ strategies in indoctrinating the native population to their way of thinking  include building a school, convincing the society of the importance of education for the future generation, and building the court for judgement and protection. There are some reasons that make colonizers’ successful, they are: they make mutual benefit of trading, use a soft way to spread the belief, and use an innovative way to link the religion and the education. Furthermore, after colonialism, Africa experiences mixed reaction of religious practice, education becomes the key to get success in career, two ways of healers: the traditional African healers i.e. “using ritual and herbal remedies and modern cures, hospital, and the establishment of Courts of Justice and Human Rights”.

Keywords: precolonial life, positive effects, negative effects, postcolonialism.

 

 

Abstrak

Salah satu hal yang menarik dalam studi karya sastra ialah mengeksplorasi representasi  karya sastra itu sendiri dengan budaya kehidupan nyata, lebih khusus lagi, ketika dikaitkan dengan sejarah - dalam hal ini, kondisi pada saat pra-kolonial, kolonial, dan postkolonial. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang  postkolonialisme pada novel Things Fall Apart oleh Achebe. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif qualitative. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel tersebut merepresentasikan kehidupan suku “precolonial di Afrika”: mencari nafkah dengan bertani dan memelihara binatang ternak, latar belakang budaya yang beragam termasuk keyakinan agama tradisional. Hal-hal yang hilang/ negatif  akibat dari kontak kolonial pada penduduk asli yaitu “praktik agama dan pemerintahan”. Ada tiga strategi yang dilakukan oleh penjajah dalam mengindoktrinir penduduk asli terhadap cara berpikir mereka antara lain:   “membangun sebuah sekolah, meyakinkan masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi generasi masa depan, dan membangun pengadilan untuk mencari keadilan dan perlindungan”. Penjajah sukses karena mereka mengadakan “perdagangan yang saling menguntungkan, menggunakan cara yang lembut untuk menyebarkan keyakinan, dan menggunakan cara yang inovatif untuk menghubungkan antara agama dan pendidikan”.  Beberapa efek dari kolonialisme tersebut antara lain: (1) terdapat beberapa agama di Afrika, (2) pendidikan menjadi kunci untuk mendapatkan kesuksesan dalam karir, (3) ada dua cara penyembuhan: (1.penyembuhan tradisional Afrika yaitu menggunakan ritual dan herbal, dan 2. obat modern, rumah sakit), dan (4) pendirian Pengadilan Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Kata Kunci: kehidupan prekolonial, efek negatif, efek positif, postkolonial


Full Text:

Untitled



Index by:

   Flag Counter