Penaksiran waste pada proses produksi sepatu dengan waste relationship matrix

Ahmad Mughni

Sari


Abstrak

Tujuan utama dari lean manufacturing adalah pelancaran aliran proses produksi. Menurut sistem produksi Toyota, lean dapat dicapai dengan minimisasi aktivitas tak memberi nilai tambah dan tak diperlukan (waste) yang dibedakan menjadi 7 macam jenis yaitu: defect, waiting, overproduction, excessive inventory, unnecessary motion, inapropriate process dan transportation. Agar usaha minimisasi waste dapat memberikan imbal manfaat terbesar, diperlukan identifikasi tingkat signifikansi waste. Sayangnya perusahaan hanya mendoku-mentasikan sebagian kecil saja waste yang ada sehingga rencana penerapan lean manufacturing kurang memiliki dasar yang kuat. Paper ini bertujuan untuk melaporkan penggunaan waste relationship matrix (WRM) dan kerangka hubungan antar waste yang dikembangkan oleh Rawabdeh (2005) untuk mengetahui bobot waste. Kerangka kerja ini dinilai unggul dari metode perangkingan subyektif karena mempertimbangkan sifat saling-terkait antara jenis waste yang satu dengan yang lainnya. Enam pertanyaan iteratif diaplikasikan untuk menguji 31 hubungan dari 7 buah waste yang ada. Dari pengolahan data diketahui bahwa defect merupakan jenis waste paling signifikan diikuti dengan overproduction dan unnecessary motion. Di perusahaan sepatu tempat dilangsungkan studi kasus, tools tersebut dianggap memberikan kerangka penaksiran yang lebih rasional, mudah dan dapat diandalkan.

Kata kunci : waste relationship matrix, lean manufacturing, waste assessment


Abstract

The main objective of lean manufacturing is to make production process flowing faster and smoother.   According to Toyota Production System, lean can be achieved by minimizing necessary but non-value added and eliminating non value added activities (waste). These activities are defect, waiting, overproduction, excessive inventory, unnecessary motion, inappropriate process and transportation. The significance of these wastes needs to be assessed carefully so we can prioritize the elimination and minimization process. However, not every waste is well recorded in the company so the implementation of lean manufacturing would not have a proper basis. This paper aims to report the use of waste relationship matrix (WRM) framework which is developed by Rawabdeh (2005) to identify the significance of wastes in a shoe manufacturer. This framework is more reliable than subjective method which is widely used. The framework adequately considers inter-relationship nature among the wastes. Six iterative questions applied to test 31 relationships among the 7 wastes. The result indicates that defect is the most significant waste followed by overproduction and unnecessary motion. The framework is valued as more rational, easy and reliable than the popular subjective method.

Keywords: waste relationship matrix, lean manufacturing, waste assessment


Teks Lengkap:

PDF (English)