CHARLOTTE BRONTTE

Andriadi Andriadi(1*),

(1) Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
(*) Corresponding Author
Andriadi Andriadi

Abstract


Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan representasi isu hak perempuan pada era pertengahan Victoria (1848 ? 1870) melalui novel Jane Eyre karya Charlotte Bronte. Hasilnya menunjukan bahwa Charlotte Bronte melalui karya Jane Eyre tidak hanya berusaha keluar dari opresi dan subordinasi kaum laki-laki saat itu, tetapi juga keluar dari seterotipe kaum perempuan pada masyarakat patriarki. Melalui karya ini ia juga menunjukan bahwa perempuan harus menjadi individu mandiri yang dapat dibentuk melalui pendidikan untuk memperoleh kecerdasan intelektual agar eksistensi mereka di masyarakat menjadi bahan pertimbangan khususnya dalam kehidupan sosial. Ide penting lainnya adalah kebebasan dalam menentukan pasangan (free love), menikah berdasarkan cinta bukan berdasarkan pertimbangan kekayaan. Isu terpenting yang disampaikan dalam karya ini adalah wanita juga bisa menjadi subjek yang aktif ? wanita, khususnya seorang istri, juga mampu menjadi penopang ekonomi dalam kehidupan keluarga.

Kata kunci: Hak Perempuan, Era Pertengahan Victoria.

Full Text:

Untitled Untitled PDF PDF


DOI: https://doi.org/10.26594/diglossia.v5i1.319

Article metrics

Abstract Abstract views : 151times
Untitled views : 0 times Untitled views : 0 times PDF views : 64 times PDF views : 24 times




Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan  is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by:

  Flag Counter