ANALISIS IMPLIKATUR PADA FILM FORREST GUMP DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS TERJEMAHAN (Pendekatan Pragmatik)

Septianingrum Kartika Nugraha(1*),

(1) Universitas Sebelas Maret Surakarta
(*) Corresponding Author
Septianingrum Kartika Nugraha

Abstract


Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis maksim
cemohan dalam film Forrest Gump, implikatur, dan dampaknya terhadap kualitas terjemahan dari aspek keakuratan dan keberterimaan. Setelah dilakukan analisis, ditemukan 3 kategori maksim cemohan antara lain jenis cemohan antar maksim, maksim cemohan kuantitas, dan maksim cemohan kualitas. Adanya pelanggaran maksim- maksim tersebut mangandung implikatur yang mempunyai tujuan khusus seperti meyakinkan seseorang, mengekspresikan perasaan dan kondisi, menolak, mengklarifikasikan sesuatu, meminta maaf, menentukan kepastian, dan menyembunyikan perasaan dan kondisi. Dari segi keakuratan, terjemahan ucapan yang mengandung pelanggaran maksim ditemukan adanya 9 data (90%) tergolong pada terjemahan akurat dan 1 data (10%) tergolong pada terjemahan kurang akurat. Sedangkan dari segi keberterimaan, terjemahan ucapan yang mengandung pelanggaran maksim ditemukan adanya 6 data (60%) tergolong pada terjemahan yang berterima, 1 data (10%) tergolong terjemahan yang kurang berterima, dan 3 data (30%) tergolong pada terjemahan yang tidak berterima.
Key words: keakuratan, keberterimaan, pelanggaran maksim, implikatur


Abstract
This study was conducted to describe and analyze the maxim of insulting occurred in the movie Forrest Gump, implicature, and the impact on the translation quality including two aspects: accuracy and acceptability. After analysis, it was found 3 categories of insulting. They are insulting among maxims, insulting maxims of quantity, and insulting maxims of quality. The maxims flouted by speakers have implicatures with certain intention, such as convincing someone, expressing feeling and condition, showing refusal, clarifying something, asking for forgiveness, looking for certainty, and hiding feeling and conditions. The result of translation accuracy of flouting the maxim shows that there are 9 data (90%) belong to accurate translation and one datum


(10%) is categorized into less accurate translation. Meanwhile, the analysis of acceptability translation shows that there are 6 data (60%) categorized into acceptable translation, one datum (10%) is included in the less acceptable translation, and 3 data (30%) belong to unacceptable translation. Key words: accuracy, acceptability, flouting the maxim, implicature

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26594/diglossia.v5i2.354

Article metrics

Abstract Abstract views : 196times
PDF views : 156 times




Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan  is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by:

  Flag Counter