NOVEL DARMAGANDHUL DALAM TINJAUAN PASCASTRUKTURALISME ROLAND BARTHES (DARMAGANDHUL NOVEL IN ROLAND BARTHES

Dharma Satrya(1*),

(1) Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Hamzanwadi, NTB
(*) Corresponding Author
Dharma Satrya

Abstract


Abstrak
Tulisan ini merupakan pembacaan novel Darmagandhul dengan teori Roland Barthes. Pembacaan dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan teks sebagai entitas yang plural, yang memungkinkan berbagai kemungkinan muncul, sehingga metode yang digunakan adalah metode interpretasi, yaitu dengan menginterpretasi teks-teks yang berdasarkan pada keluasan pandangan yang menginterpretasi tersebut. Tulisan ini menginterpretasi manifestasi lima kode Roland Barthes dalam novel tersebut. Kode hermeneutika termanifestasi dalam Darmagandhul sebagai manusia yang menjalankan pancadharma, yang lahir ketika dharma sedang dijalankan, yang lahir sebagai akibat laku berdharma. Kode Semik termanifestasi pada Darmagandhul yang lahir dan diberi nama itu sebagai akibat adanya orang yang berperilaku dharma, yaitu Kidang Sengkelat, ayah dari Darmagandhul. Kode Proaritik termanifestasi pada Darmagandhul sebagai awal, jalan, isi, hasil, akhir, dan tujuan. Kode Kultural termanifestasi pada pengetahuan tentang sejarah dan sastra sebagai acuan dari novel tersebut. Kode Simbolik termanifestasi pada Darmagandhul sebagai lambang kedamaian, lambang dari pengetahuan, lambang dari kebaikan, lambang keharmonisan dalam sebuah relasi antara manusia dengan Tuhan, diri, dan alam semesta.
Kata Kunci: Novel Darmagandhul, interpretasi, kode Barthes.



Abstract
This writing is about the reading of Darmagandhul novel using Roland Barthes
theory. The objective of the reading was describing the texts as plural entity, that gives chance for some possibilities. So that, it used interpretation method which was interpreting the texts based on the wide view of the interpreter. This writing interpreted the manifestation of Roland Barthes five codes in the novel. Hermenutic code was manifestated in Darmagandhul as human that run pancadharma which was born when dharma was being done, which was born as the result of dharma behave, which is through it, the dharma can be revealed both in zahir and mahir. Dharma became motivation for the behaviour of its character. Semic code was manifestated in Darmagandhul which was born and given that name as the result of the person who did the dharma behave, he was Kidang Sengkelat, the father of Darmagandhul. Proaritic code was manifestated


in Darmagandhul as the beginning, the way, the content, the result, and the goal. Cultural code was manifestated to historical knowledge and literature as the guide of the novel. Simbolic code was manifestated as the symbol of peacefullness, knowledge, goodness, and harmony in the relation between human and God, self, and universe.
Key words: Darmagandhul novel, interpretation, Barthes

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26594/diglossia.v6i2.392

Article metrics

Abstract Abstract views : 177times
PDF views : 111 times




Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan  is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by:

  Flag Counter