PERBANDINGAN MITOS YANG TERDAPAT PADA LEGENDA KO-SODATE YUUREI (JEPANG) DAN LEGENDA KUNTILANAK (INDONESIA): KAJIAN SASTRA BANDINGAN

Diessy Hermawati Bravianingrum(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author
Diessy Hermawati Bravianingrum

Abstract


Diessy Hermawati Bravianingrum

Universitas Pesantren Tinggi Darul’Ulum Jombang

cc_dizzy@yahoo.com

 

Abstrak

Mitos adalah bentuk warisan cerita tertentu dari tradisi lisan yang dapat diinterpretasikan dalam urutan simbolis semesta alam atau ketertiban umum. Legenda (Kosodate Yuurei) (Jepang) dan Kuntilanak (Indonesia) memiliki simbol yang sama dan digambarkan dalam bentuk serupa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Jepang dan Indonesia 1) jenis yang terkandung dalam mitos kedua adalah mitos legenda simbolis. 2) Persepsi tentang legenda Jepang (Ko-sodate Yuurei) adalah positif, dan opini publik terhadap legenda Kuntilanak Indonesia adalah negatif.

kata kunci: mitos, legenda dan forklor

 

 

Abstract

Myth is an inherited form of certain stories from oral tradition that can be interpreted in a symbolic order of the Worlds or the public order. Legend (Kosodate Yuurei) (Japan) and Kuntilanak (Indonesia) has the same symbols and depicted in a similar form. The results of this study indicate that the Japanese society and Indonesia are 1) the type contained in the second myth is the myth symbolic legend. 2) Perceptions of Japan's legend (Ko-sodate Yuurei) is positive, and public opinion against the legend Kuntilanak Indonesia is negative.

key words: myth, legend and forklor


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.26594/diglossia.v3i1.80

Article metrics

Abstract Abstract views : 268times
PDF views : 939 times




Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan  is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Indexed by:

  Flag Counter