POTENSI SHALAT DENGAN GERAKAN ISOTONIK DAN ISOMETRIK PREDOMINAN UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH POSTPANDRIAL PASIEN DIADETES MELLITUS

Mukhamad Rajin(1*), Zulfa Khusniyah(2), Andi Yudianto(3), Muhammad Zulfikar Asumta(4),

(1) Prodi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang Jalan Peterongan Tromol Pos 10 Peterongan Jombang 61471
(2) Prodi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang Jalan Peterongan Tromol Pos 10 Peterongan Jombang 61471
(3) Prodi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang Jalan Peterongan Tromol Pos 10 Peterongan Jombang 61471
(4) Prodi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang Jalan Peterongan Tromol Pos 10 Peterongan Jombang 61471
(*) Corresponding Author
Mukhamad Rajin
Zulfa Khusniyah
Andi Yudianto
Muhammad Zulfikar Asumta

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk merancang gerakan dan panjang Shalat yang dapat menurunkan kadar glukosa darah postprandial secara efektif. Penelitian ini menggunakan acak pre-test-post test control group design. Setiap kelompok belajar 30 responden dipilih dengan teknik acak sederhana. Ada tiga pengobatan, Shalat di 16, 8 dan 4 siklus masing-masing dilakukan selama 30 menit. kadar glukosa darah postprandial dievaluasi pada 30 dan 90 menit. glukosa Memuat disediakan dengan minum larutan gula 100 mg dalam 300 ml air. Analisis data yang digunakan Satu tes Way Anova dengan signifikansi ditentukan nilai P <0,05. Hasil yang diperoleh terkecil berarti dalam Shalat dengan 4 siklus adalah 92,68 mg / dl. Hasil analisis antara kelompok 16, 8 dan 4 siklus diperoleh setiap nilai P = 0,000. nilai P shalat dengan 8 siklus dan 16 siklus diperoleh = 0,682. Shalat dengan 16 dan 4 siklus, 8 dan 4 siklus diperoleh setiap nilai P = 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa Shalat dengan gerakan isotonik dan isometrik dapat menurunkan kadar glukosa darah postprandial, dan Shalat yang dilakukan 4 siklus dalam 30 menit dapat menurunkan setara dengan kadar glukosa darah puasa. Shalat dengan gerakan isometrik dilakukan 4 siklus dalam 30 menit dianjurkan sebagai alternatif untuk latihan untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien dengan diabetes mellitus, terutama dengan gangguan jantung, gangguan sendi, kelemahan dan lanjut usia.

Kata kunci: shalat, gerakan isotonik dominan, gerakan isometrik dominan, kadar glukosa darah postprandial

ABSTRACT

This study aims to design movement and a long of Shalat that can decrease postprandial blood glucose levels effectively. This research used randomized pre-test-post-test control group design. Each group studied 30 respondents were selected by simple random technique. There were three treatment, Shalat in 16, 8 and 4 cycles each performed for 30 minutes. Potprandial blood glucose level was evaluated at 30 and 90 minutes. Loading glucose supplied by drinking a sugar solution 100 mg in 300 ml of water. Data analysis used One Way Anova test with significance determined P value <0.05. The result obtained by the mean smallest in Shalat with 4 cycles was 92.68 mg/dl. The results analysis between groups 16, 8 and 4 cycles obtained each value of P = 0.000. Shalat with 8 cycles and 16 cycles obtained P value = 0.682. Shalat with 16 and 4 cycles, 8 and 4 cycles obtained each value of P = 0.000. These results showed that Shalat with isotonic and isometric movements can decrease postprandial blood glucose levels, and Shalat that performed 4 cycles in 30 minutes can decrease equivalent with fasting blood glucose levels. Shalat with isometric movements performed 4 cycles in 30 minutes is recommended as an alternative for exercise to decrease blood glucose levels in patient with diabetes mellitus, especially with heart disorders, joint disorders, weakness and elderly.

Keywords: shalat, isotonic movements predominant, isometric movements predominant, postprandial blood glucose levels


Full Text:

PDF

Article metrics

Abstract Abstract views : 274times
PDF views : 182 times


Flag Counter