Representasi Sambal dalam cerpen Sambal Keluarga karya Puthut EA

Authors

  • Tristanti Apriyani Universitas Ahmad Dahlan
  • Putri Dwi Yuli Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.26594/diglossia.v16i1.4983

Keywords:

Cerpen, Gastrokritik, Makanan, Sambal

Abstract

Karya sastra dapat menggambarkan makanan sebagai metafora atau simbol yang mengungkapkan perasaan, hubungan, serta konflik di dalam karya sastranya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi makanan pada cerpen Sambal Keluarga karya Puthut EA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri dari sumber primer  berupa kutipan kata, frasa, atau kalimat yang menunjukkan adanya representasi sambal dalam cerpen Sambal Keluarga, sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku referensi dan artikel jurnal baik nasional maupun internasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis pada penelitian ini mengacu pada tiga tahap teknik triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi sambal dalam cerpen Sambal Keluarga karya Puthut EA tidak hanya berfungsi sebagai unsur fisik dalam narasi, tetapi juga sebagai simbol budaya, sosial, historis, dan emosional. Sambal yang tergambar dalam cerpen tersebut memenuhi empat konsep gastrokritik dimana sambal sebagai kesenangan; sambal sebagai seni; sambal sebagai nama; dan sambal sebagai sejarah. Representasi sambal dalam cerpen Sambal Keluarga mencerminkan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga yang mencerminkan kebiasaan, tradisi budaya, serta kritik terhadap norma yang berlaku dalam keluarga.

References

Anantama, M. D., & Suryanto, S. (2020). Kuliner dan Identitas Keindonesiaan dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Atavisme, 23(2), 206–219. https://doi.org/10.24257/atavisme.v23i2.688.206-219
Artika, M. D. (2017). Novel Aruna dan Lidahnya Karya Laksmi Pamuntjak: Perspektif Gastrocriticism. Bapala, 01(01), 1–11.
Endraswara, S. (2022). Teori sastra terbaru perspektif transdisipliner. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni Dan Budaya, 3(1).
Gladwin, D. (2019). Gastro-modernism: Food, literature, culture. Liverpool University Press. https://doi.org/10.3828/liverpool/9781942954682.001.0001
Greaves, R. (2014). An Interview with Marion Halligan. Writers in Conversation, 1(1), 1-0_1.
Halligan, M. (1977). Writing about food. Quadrant, 21(1), 16–19. https://doi.org/10.1002/pfi.4180160915
Ichsani, N. S., & Normalita, A. (2023). Kepribadian tokoh utama dalam Novel" Hidup Ini Brengsek dan Aku Dipaksa Menikmatinya" karya Puthut EA. Kibas Cenderawasih, 20(1), 53–62. https://doi.org/10.26499/kc.v20i1.336
Intan, T. (2021). Little bit of muffin karya Aiu Ahra: Yummy Lit pada persimpangan Teen Lit dan sastra kuliner. Jurnal Pesona, 7(2), 81–96. https://doi.org/10.52657/jp.v7i2.1501
Jones, D. (2010a). Journeys and pilgrimages: Marion Halligan’s fiction. Antipodes, 24(1), 19–23.
Jones, D. (2010b). Writing Food Writing Fiction Writing Life: Marion Halligan’s Memoirs. In The Unsociable Sociability of Women’s Lifewriting (pp. 168–186). Springer. https://doi.org/10.1057/9780230294868_10
Ju, R. J., Yoesoef, M., & Setyani, T. I. (2023). Makanan sebagai representasi nasionalisme dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Jurnal Kata:Penelitian Tentang Ilmu Bahasa Dan Sastra, 6(2), 216–228. https://doi.org/10.22216/kata.v6i2.860

Downloads

Published

2025-09-24

How to Cite

Apriyani, T., & Yuli, P. D. (2025). Representasi Sambal dalam cerpen Sambal Keluarga karya Puthut EA . Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan Dan Kesusastraan, 17(1), 1–14. https://doi.org/10.26594/diglossia.v16i1.4983