PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI TEMBANG DOLANAN ANAK-ANAK VERSI BAHASA MADURA

Authors

  • Khusnul Universitas Trunojoyo Madura
  • Yoharwan Dwi Sudarto Universitas Trunojoyo Madura

Keywords:

anak-anak, karakter, lagu dolanan, pendidikan karakter

Abstract

Abstrak
Penelitian terkait peningkatan pendidikan karakter untuk anak-anak dengan memakai pembudayaan lagu dolanan anak-anak versi Madura ini bagus untuk diteliti sebagai cara alternatif untuk menumbuhkan pendidikan karakter yang kuat untuk anak-anak. Pembudayaan lagu dolanan anak-anak dianggap sebagai wadah yang akurat untuk membentuk karakter yang kuat untuk anak-anak sejak dini. Lagu dolanan anak-anak mempunyai pesan moral yang baik untuk membentuk karakter anak yang kuat. Penelitian memaparkan lagu dolanan anak versi bahasa Madura apa saja yang memiliki nilai-nilai pendidikan karakter untuk anak-anak. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis- jenis lagu dolanan anak versi bahasa Madura yang memiliki nilai-nilai pendidikan karakter untuk anak-anak dan menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter dengan memakai lagu dolanan anak-anak versi bahasa Madura. Metode penelitian ini memakai penelitian kepustakaan. Strategi ini dinilai cocok untuk penelitian mengenai lirik-lirik lagu dolanan anak-anak versi bahasa Madura. Dengan analisis pustaka, dapat ditemukan pendidikan karakter yang bermuara dari lagu dolanan anak-anak dalam versi bahasa Madura. Adapun hasil penelitian ini adalah mengiventarisasi lagu dolanan anak-anak yang mempunyai nilai pendidikan karakter dan menerapkan langsung keuntuk anak-anak.

References

Noviati, E. (2016). Eksistensi Nilai-Nilai Tembang Macapat di Kalangan Anak Muda (Upaya Filterisasi Modernisasi Budaya Barat). Penelitian DIPA ISI Surakarta : Tidak Dipublikasikan.

Fauziyah, U. (2011). Simbol dan Makna Kebangsaan Dalam Lirik Lagu Dolanan Di Madura Tengah dan Implementasinya dalam Dunia Pendidikan. Lingua : Jurnal Bahasa dan Sastra. Volume VII

Guntur. (2010). Menuju Sarjana Sujaning Budi. Pendidikan Karakter di Institut Seni Indonesia Surakarta. P3AI. Surakarta: ISI Surakarta.

Hartiningsih, S. (2015) . Revitalisasi Lagu Dolanan Anak dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini. ATAVISME, 18(2), 247—259.

Mahsun. 2019. Metode Penelitian Bahasa. Depok: Rajawali Press

Maryaeni. (2009). Kajian Tembang Dolanan dan Implikasinya dalam Pendidikan Budi Pekerti Anak Bangsa untuk Pendidikan Dasar dan Menengah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 16(2).

Megawangi, R. (2010). Membentuk Karakter Anak dengan memakai Brainbased Parenty (Pola Asuh) Ramah Otak Indonesia. Heritage Foundation.

Miles, M.B. dan Huberman A.M. (1984). Qualitative data analysis: A sourcebook of

new methods. Berverly Hills Sage Publication

Muljono, U. (2017). TEMBANG (LAGU) DOLANAN ANAK SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN TARIAN ANAK. SELONDING, 11(11). https://doi.org/10.24821/selonding.v11i11.2965

Muklasin, A. (2019). Pendidikan Karakter Pemimpin Dengan memakai Tembang Dolanan (Analisis Tembang Lir-ilir Karya Sunan Kalijaga. Jurnal Warna 3(1).

Nurgiyantoro, B. (2007). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Rosmiati, A. (2014). Teknik Stimulasi dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini dengan memakai Lirik lagu Dolanan. Jurnal Resital, 15(1). https://doi.org/10.24821/resital.v15i1.801

Soemaryatmi. (2010). Pendidikan Karakter dengan memakai Model Pembelajaran Interaktif Mata Kuliah Koreografi. ISI Press: Surakarta.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Triyono, B. (2000). Lagu Dolanan Anak. Yogya: Tarawang Press.

Wahyuningsih, S. (2009). Permainan Tradisional. Bandung: PT Sandiarta Sukses.

Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2025-09-24

How to Cite

Khusnul, & Sudarto, Y. D. (2025). PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI TEMBANG DOLANAN ANAK-ANAK VERSI BAHASA MADURA. Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan Dan Kesusastraan, 17(1), 15–24. Retrieved from https://journal.unipdu.ac.id/index.php/diglosia/article/view/5269