Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat <ul> <li>Original title: <strong>Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam</strong></li> <li>Title in English: <strong>Dirasat: Journal of Management and Islamic Education</strong></li> <li>Short title: <strong>Dirasat</strong></li> <li>Abbreviation: dirasat. j. manaj. pendidik. islam</li> <li>EISSN: <strong><a href="http://issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1458695740&amp;1026&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2527-6190</a></strong></li> <li>PISSN: <strong><a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?cetakdaftar&amp;1459906896&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2503-3506</a></strong></li> <li>Frequency: 2 issues per year (January-June &amp; July-December)</li> <li>DOI: https://doi.org/10.26594/dirasat</li> <li>Editor in chief: Dr. Amrulloh, Lc., M.Th.I (Unipdu Jombang | Scopus ID: 59499022700 | ORCID: 0000-0001-8070-4937)</li> <li>Publisher: Department of Islamic Education Management, Postgraduate Program, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, East Java, Indonesia</li> <li>Accreditation: Sinta (Science and Technology Index)</li> <li>Indexing (and more): <a href="https://scholar.google.com/citations?user=XcGNKh0AAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a>, <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/422" target="_blank" rel="noopener"><strong>Sinta</strong></a>, <a href="https://moraref.kemenag.go.id/archives/journal/98745563641550553" target="_blank" rel="noopener"><strong>Moraref</strong></a>, <a href="http://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/9596" target="_blank" rel="noopener"><strong>Garuda</strong></a>, <strong><a href="https://onesearch.id/Search/Results?filter%5b%5d=repoId:IOS3532" target="_blank" rel="noopener">One Search</a></strong>,<strong> <a href="https://search.crossref.org/?q=dirasat%3A+jurnal+manajemen+dan+pendidikan+islam&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a></strong>,<strong> <a href="https://app.dimensions.ai/details/publication/pub.1134184589?search_mode=content" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a></strong></li> <li>Language: Indonesian, English, Arabic</li> <li>Scope: Islamic Education Management, Islamic Religious Education, and Islamic Education in general</li> </ul> Program Pascasarjana Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang en-US Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam 2503-3506 Manajemen Strategik dalam Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan di MI Ma’arif Cekok https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6467 <p>Peningkatan mutu pendidikan diarahkan melalui pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai acuan minimal penyelenggaraan pendidikan. Dalam menghadapi dinamika pendidikan yang semakin kompleks, diperlukan penerapan manajemen strategik di lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi strategi, faktor pendukung dan penghambat, serta capaian pemenuhan SNP melalui penerapan manajemen strategik di MI Ma’arif Cekok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan strategi dilakukan melalui analisis lingkungan internal dan eksternal, penyusunan visi dan misi, penetapan tujuan jangka panjang, serta perumusan alternatif strategi. Implementasi strategi dilaksanakan melalui penyusunan program kerja, pengalokasian sumber daya, pengembangan kebijakan, pembagian tugas, dan penguatan budaya organisasi. Evaluasi strategi dilakukan melalui monitoring, pengukuran kinerja, evaluasi pencapaian, dan tindakan perbaikan. Pelaksanaan manajemen strategik didukung oleh kepemimpinan visioner, partisipasi stakeholder, ketersediaan sarana prasarana, serta komitmen sumber daya manusia, namun menghadapi kendala berupa keterbatasan dana, kualitas SDM yang belum merata, dan resistensi terhadap perubahan. Capaian pemenuhan SNP menunjukkan peningkatan pada aspek kualitas lulusan, proses pembelajaran, kompetensi pendidik, sarana prasarana, dan pembiayaan. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi evaluasi dan inovasi program secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan.</p> <p>Improving the quality of education is directed through the fulfillment of the National Education Standards (NES) as the minimum reference for the implementation of education. In facing increasingly complex educational dynamics, the application of strategic management in educational institutions is essential. This study aims to examine the processes of strategy formulation, strategy implementation, strategy evaluation, supporting and inhibiting factors, as well as the achievement of NES fulfillment through the implementation of strategic management at MI Ma’arif Cekok. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation, while data analysis used the interactive model of Miles and Huberman. The findings revealed that strategy formulation was conducted through internal and external environmental analysis, the development of vision and mission statements, the establishment of long-term goals, and the formulation of alternative strategies. Strategy implementation was carried out through the preparation of work programs, allocation of resources, policy development, task distribution, and strengthening organizational culture, while strategy evaluation was conducted through monitoring, performance measurement, evaluation of achievements, and corrective actions. The implementation of strategic management was supported by visionary leadership, stakeholder participation, the availability of facilities and infrastructure, and the commitment of human resources; however, it also faced obstacles such as limited funding, uneven quality of human resources, and resistance to change. The achievement of NES fulfillment demonstrated improvements in the quality of graduates, learning processes, teacher competencies, facilities and infrastructure, and financing aspects. Therefore, it is necessary to optimize evaluation and continuously innovate programs in order to further improve the quality of education.</p> Lulu Waliyatur Rosyida Umar Sidiq Luthfi Novita Andriani Copyright (c) 2026 Lulu Waliyatur Rosyida, Umar Sidiq, Luthfi Novita Andriani 2026-06-22 2026-06-22 12 1 1 21 10.26594/dirasat.v12i1.6467 Tujuan Tujuan Pendidikan Dasar Islam dalam Perspektif Insan Kamil: Kajian terhadap Konsep Subjek Pendidikan Islam https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6461 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan dasar Islam dalam perspektif Insan Kamil serta konsep peserta didik sebagai subjek pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode studi literatur (<em>library research</em>) dengan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Data diperoleh dari artikel jurnal, buku ilmiah, dan karya akademik yang relevan melalui Google Scholar, Scopus, dan database jurnal pendidikan Islam dengan rentang publikasi tahun 2016–2026. Hasil pencarian awal menemukan 350 artikel, kemudian setelah proses penyaringan diperoleh 35 artikel yang relevan dan 12 artikel dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan dasar Islam berorientasi pada pembentukan manusia ideal (Insan Kamil) melalui integrasi iman, ilmu, dan amal. Pendidikan Islam tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan akhlak, penguatan spiritualitas, dan pengembangan karakter Islami peserta didik. Konsep Insan Kamil dipahami sebagai manusia yang berkembang secara utuh dan seimbang dalam aspek spiritual, intelektual, moral, dan sosial. Selain itu, peserta didik diposisikan sebagai subjek aktif yang memiliki fitrah, potensi akal, dan tanggung jawab moral yang harus dikembangkan melalui proses pendidikan yang holistik. Dengan demikian, pendidikan dasar Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muslim yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjalankan fungsi sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.</p> <p>This study aims to examine the goals of Islamic basic education from the perspective of <em>Insan Kamil</em> and the concept of students as subjects of Islamic education. This research employed a library research method with a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from journal articles, scholarly books, and other academic works obtained through Google Scholar, Scopus, and Islamic education journal databases with a publication range from 2016 to 2026. The initial search identified 350 articles, and after the screening process, 35 relevant articles were selected, with 12 articles analyzed in depth. The findings reveal that the goals of Islamic basic education are oriented toward the formation of the ideal human being (<em>Insan Kamil</em>) through the integration of faith, knowledge, and practice. Islamic education emphasizes not only cognitive aspects but also moral development, spiritual strengthening, and the cultivation of Islamic character among students. The concept of <em>Insan Kamil</em> is understood as a complete and balanced human being in spiritual, intellectual, moral, and social dimensions. In addition, students are positioned as active subjects who possess innate potential (<em>fitrah</em>), intellectual capacity, and moral responsibility that must be developed through a holistic educational process. Therefore, Islamic basic education plays a strategic role in shaping a Muslim generation that is faithful, knowledgeable, morally upright, and capable of fulfilling its role as servants of Allah and His vicegerents on earth.</p> Tri Ulandari Usman Usman Copyright (c) 2026 Tri Ulandari, Usman Usman 2026-06-22 2026-06-22 12 1 22 42 10.26594/dirasat.v12i1.6461 Sistem Mutu Tradisional di Pesantren Mahasiswa: Studi Etnografi tentang Manajemen Pembentukan Karakter Kedermawanan Melalui Kegiatan Sosial https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6396 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis sistem mutu tradisional dalam manajemen pembentukan karakter kedermawanan melalui kegiatan sosial di Pondok Pesantren Manbaul Ulum 2 Malang Putri. Mengingat era digital telah mendorong gaya hidup individualistik dan menurunkan empati sosial, pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun karakter sosial santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengasuh dan mahasantri, serta dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter kedermawanan tidak berlangsung secara instruktif semata, melainkan melalui integrasi lima pilar: (1) kegiatan mengaji sebagai fondasi kognitif, (2) kultum setelah istighosah sebagai penguat afektif, (3) keteladanan pengasuh (<em>uswah hasanah</em>) sebagai model sosial, (4) gotong royong sebagai wahana pembelajaran kolaboratif, dan (5) pelatihan kewirausahaan sebagai penguatan kemandirian ekonomi. Temuan ini diperkuat oleh teori <em>social learning</em> Bandura, <em>experiential learning</em> Kolb, dan pendidikan karakter Lickona. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem mutu tradisional berbasis keteladanan dan praktik sosial langsung lebih efektif dalam membentuk karakter kedermawanan dibandingkan pendekatan instruktif semata. Implikasinya, pesantren dapat menjadi model pengembangan pendidikan karakter berbasis filantropi dan kewirausahaan sosial yang adaptif terhadap tantangan zaman.</p> <p>This study aims to explore and analyze the traditional quality system in the management of character building of generosity through social activities at the Manbaul Ulum 2 Malang Putri Islamic Boarding School. Considering that the digital era has encouraged an individualistic lifestyle and decreased social empathy, Islamic boarding schools as the oldest Islamic educational institutions in Indonesia have a strategic role in building the social character of students. This study uses a qualitative approach with an ethnographic study type. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with caregivers and students, and documentation. Data analysis follows the model of Miles, Huberman, and Saldana. The results of the study indicate that the development of character of generosity does not take place solely instructively, but through the integration of five pillars: (1) Quran recitation activities as a cognitive foundation, (2) kultum after istighosah as an affective reinforcement, (3) the example of caregivers (uswah hasanah) as a social model, (4) mutual cooperation as a means of collaborative learning, and (5) entrepreneurship training as a strengthening of economic independence. These findings are strengthened by Bandura's social learning theory, Kolb's experiential learning, and Lickona's character education. This study concludes that a traditional quality system based on role models and direct social practices is more effective in shaping generous character than a purely instructive approach. The implication is that Islamic boarding schools (pesantren) can serve as models for developing character education based on philanthropy and social entrepreneurship that are adaptive to the challenges of the times.</p> Fahma Hurrosatud Diyanah Ahmad Rosyid Siddiq Helmi Syaifuddin Copyright (c) 2026 Fahma Hurrosatud Diyanah, Ahmad Rosyid Siddiq, Helmi Syaifuddin 2026-06-22 2026-06-22 12 1 43 58 10.26594/dirasat.v12i1.6396 Masa Depan Pendidikan di Era Big Data https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6412 <p>Perkembangan big data, analitik prediktif, dan kecerdasan artifisial telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap pendidikan, terutama dalam proses pembelajaran, pengelolaan lembaga, dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan mendasar yang ditimbulkan oleh Big Data terhadap praktik pedagogi, tata kelola lembaga, peran guru, dan pemerataan akses pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan melalui <em>Systematic Literature Review</em> dan analisis isi tematik atas artikel jurnal mutakhir, laporan lembaga nasional dan internasional, serta data statistik resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa depan pendidikan bergerak ke arah ekosistem yang adaptif, prediktif, dan terdiferensiasi. Namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh literasi data pendidik, interoperabilitas sistem, perlindungan data pribadi, serta kemampuan lembaga menghindari bias algoritmik dan ketimpangan digital. Temuan utama artikel ini menegaskan bahwa masa depan pendidikan bukanlah sekolah yang sepenuhnya otomatis, melainkan lembaga yang <em>human-centered</em>, memanfaatkan data untuk memperkuat keputusan pedagogis, memperluas layanan yang personal, dan menjaga orientasi etis pendidikan.</p> <p>The development of big data, predictive analytics, and artificial intelligence has brought significant changes to the educational landscape, particularly in learning processes, institutional management, and decision-making. This study aims to analyze the fundamental transformations triggered by Big Data in pedagogical practices, institutional governance, the role of teachers, and equitable access to education. Employing a qualitative approach, the research adopts a library study design through a systematic literature review and thematic content analysis of recent journal articles, international institutional reports, and official statistical data. The findings indicate that the future of education is moving toward an adaptive, predictive, and differentiated ecosystem. However, its success largely depends on educators’ data literacy, system interoperability, personal data protection, and the ability of institutions to avoid algorithmic bias and digital inequality. The key insight of this article emphasizes that the future of education is not fully automated schools, but rather human-centered institutions that leverage data to strengthen pedagogical decisions, expand personalized services, and uphold the ethical orientation of education.</p> Mazuin Hamsyah Athok Fuadi Copyright (c) 2026 Mazuin Hamsyah, Athok Fuadi 2026-06-22 2026-06-22 12 1 59 79 10.26594/dirasat.v12i1.6412 Pembelajaran Berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam Konteks Pendidikan Islam Abad Ke-21: Tinjauan Pustaka Sistematis https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6524 <p>Pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dan pedagogi secara kohesif dalam proses pembelajaran. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak guru di lembaga pendidikan Islam (madrasah, pondok pesantren, sekolah Islam) yang masih mengandalkan metode konvensional tanpa transformasi pedagogis yang substansial. Studi ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan konsep TPACK dan relevansinya dengan pembelajaran abad ke-21; (2) mengidentifikasi tantangan implementasi TPACK; (3) memetakan perkembangan riset TPACK beserta kesenjangan penelitian; serta (4) merumuskan rekomendasi pengembangan kebijakan, kurikulum, dan profesionalisme guru berbasis TPACK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka sistematis (<em>systematic literature review</em>) terhadap artikel ilmiah terindeks Scopus, Web of Science, SINTA dan Google Scholar terbitan 2013-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa TPACK merupakan kerangka kompetensi guru yang efektif dalam mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten secara dinamis untuk mendukung keterampilan 4C peserta didik. Tantangan implementasi mencakup kesenjangan akses teknologi, kompetensi guru, budaya sekolah, dan desain kurikulum. Penguatan TPACK memerlukan integrasi dalam pendidikan prajabatan, komunitas belajar profesional, kepemimpinan sekolah, serta literasi digital berbasis karakter.</p> <p>Twenty-first-century education demands that teachers not only master subject matter but also coherently integrate technology and pedagogy in the learning process. However, the facts on the ground show that there are still many teachers in Islamic educational institutions (madrasas, <em>pondok pesantren</em>, Islamic schools) who still rely on conventional methods without substantial pedagogical transformation. This study aims to: (1) explain the TPACK concept and its relevance to 21st-century learning; (2) identify challenges in implementing TPACK; (3) map the development of TPACK research along with its research gaps; and (4) formulate recommendations for policy development, curriculum design, and TPACK-based teacher professional development. A qualitative approach with systematic literature review methodology was employed, drawing on scientific articles indexed in Scopus, Web of Science, SINTA, and Google Scholar published between 2013 and 2025. The findings indicate that TPACK serves as an effective teacher competency framework for dynamically integrating technology, pedagogy, and content to support students' 4C skills. Implementation challenges include gaps in technology access, teacher competence, school culture, and curriculum design. Strengthening TPACK requires integration into pre-service education, professional learning communities, school leadership support, and character-based digital literacy development.</p> Hanan Nashita Herdina Andi Arif Rifa’i Copyright (c) 2026 Hanan Nashita Herdina; Andi Arif Rifa’i 2026-06-22 2026-06-22 12 1 80 104 10.26594/dirasat.v12i1.6524 Integrasi Nilai Itqān dan Amanah dalam Penjaminan Mutu Pendidikan https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6339 <p>Di era globalisasi dan revolusi industri, lembaga pendidikan dituntut menghadirkan sistem penjaminan mutu yang unggul, terukur, dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia telah menetapkan model Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) sebagai kerangka pengelolaan mutu. Namun, praktik di lapangan sering kali masih bersifat administratif dan belum terintegrasi dengan nilai spiritual. Artikel ini menawarkan desain konseptual integrasi nilai etos kerja spiritual, khususnya <em>itqān</em> dan amanah, ke dalam sistem penjaminan mutu pendidikan berbasis PPEPP. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan tafsir <em>mauḍū’ī</em> untuk mengkaji dan mensintesiskan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan <em>itqān</em> dan amanah, kemudian mengaitkannya dengan prinsip penjaminan mutu modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai <em>itqān</em> relevan dalam memperkuat konsistensi pelaksanaan standar mutu, terutama pada aspek proses, evaluasi, dan peningkatan berkelanjutan. Sementara itu, nilai amanah menegaskan dimensi tata kelola, seperti integritas pelaporan, kepatuhan terhadap standar, dan tanggung jawab moral dalam pengambilan keputusan. Integrasi kedua nilai tersebut membentuk kerangka etik-spiritual yang memperkaya sistem penjaminan mutu, serta berpotensi membangun budaya mutu yang holistik dan berkelanjutan di lembaga pendidikan.</p> <p>In the era of globalization and the industrial revolution, educational institutions are required to demonstrate measurable and sustainable quality assurance systems. The Indonesian government has established the Determination, Implementation, Evaluation, Control, and Improvement (PPEPP) model as a systematic framework for educational quality management. However, in practice, quality assurance often remains administrative and insufficiently integrated with spiritual values. This article proposes a conceptual design for integrating the spiritual work ethics of <em>itqān</em> (excellence and professionalism) and <em>amanah</em> (trustworthiness and responsibility) into the PPEPP-based quality assurance system. This study employs a library research method using a thematic (<em>mauḍū’ī</em>) Qur’anic exegesis approach to examine and synthesize relevant verses related to <em>itqān</em> and <em>amanah</em>, and subsequently connect them with modern quality assurance principles. The findings indicate that <em>itqān</em> strengthens the consistency of quality standards implementation, particularly in process management, evaluation, and continuous improvement. Meanwhile, <em>amanah</em> reinforces governance dimensions, including integrity in reporting, compliance with standards, and moral accountability in educational decision-making. The integration of these values offers a spiritual-ethical framework that enriches modern quality assurance practices and contributes to the development of a holistic and sustainable quality culture in educational institutions.</p> Darisa Arum Mardhatilla Syaibani Nindya Dwi Palupi Copyright (c) 2026 Darisa Arum Mardhatilla Syaibani, Nindya Dwi Palupi 2026-06-22 2026-06-22 12 1 105 124 10.26594/dirasat.v12i1.6339 Kepemimpinan Visioner dalam Penguatan Perencanaan Strategis Pendidikan Islam Berkelanjutan di Era Transformasi Digital https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6506 <p>Kepemimpinan visioner merupakan karakter pemimpin yang memiliki visi yang jelas, bisa meyakinkan, dan menuntun lembaga untuk mencapai cita-cita jangka panjang yang lebih baik dalam perencanaan pendidikan islam kedepan. Perkembangan transformasi digital menuntut pendidikan islam untuk adaptif dengan berbagai dinamika yang dihadapi baik sarana dan prasarana yang belum cukup. Melalui kepemimimpinan visioner segala persoalan yang dihapadi bisa dicarikan solusi tawaran untuk perkembangan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kepemimpinan visioner dalam menghadapi perkembangan era transformasi digital dengan perencanaan strategis pendidikan islam yang matang. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Sumber data yang digunakan berupa buku, jurnal yang bereputasi untuk mendukung penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran pemimpin visioner sangat mempengaruhi dalam perencanaan strategis yang tepat untuk menunjang perkembangan transformasi digital. Pemimpin visioner bisa untuk selalu menopang kebutuhan pendidikan dengan strategi pendidikan yang baik untuk masa depan. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan peran penting pemimpin visioner untuk menunjang pendidikan era transformasi dengan berbagai tawaran-tawaran pemikiran jangka panjang tentu dengan visi yang jelas dan terukur.</p> <p>Visionary leadership is a leadership characteristic in which a leader possesses a clear vision, the ability to inspire and persuade, and the capacity to guide an institution toward achieving long-term goals for the advancement of Islamic educational planning. The rapid development of digital transformation requires Islamic education to be adaptive to various challenges, including limitations in facilities and infrastructure. Through visionary leadership, the problems encountered can be addressed by offering strategic solutions for educational development. This study aims to examine the pattern of visionary leadersh ip in responding to the era of digital transformation through well-prepared strategic planning in Islamic education. The research employs a qualitative method with a <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) approach. The data sources consist of books and reputable academic journals to support the study. The findings indicate that visionary leaders play a significant role in influencing appropriate strategic planning to support the development of digital transformation. Visionary leaders are able to sustain educational needs by implementing effective strategies for the future. In conclusion, this study highlights the crucial role of visionary leadership in advancing education in the digital transformation era through long-term, well-structured ideas supported by a clear and measurable vision.</p> Rifqi Rifqi Samsul Susilawati Copyright (c) 2026 Rifqi Rifqi, Samsul Susilawati 2026-06-22 2026-06-22 12 1 125 138 10.26594/dirasat.v12i1.6506 Implementasi Kurikulum Kekhasan JSIT Indonesia di SD Islam Terpadu Bina Insani Kweden Ngasem Kediri https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6485 <p>Fenomena berkembangnya Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Indonesia menjadi salah satu respons terhadap kebutuhan integrasi antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia hadir dengan kurikulum kekhasan yang menekankan integrasi nilai-nilai islam dalam seluruh proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum kekhasan JSIT Indonesia di SDIT Bina Insani Kweden Ngasem Kediri, meliputi desain integrasi kurikulum, proses pembelajaran, manajemen pendidik, serta faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum berjalan baik melalui integrasi Kurikulum Merdeka dengan kurikulum kekhasan JSIT dalam dimensi intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Pendekatan TERPADU berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Keberhasilan implementasi didukung oleh kompetensi guru, lingkungan religius, serta sinergi dengan orang tua, meskipun masih terdapat hambatan berupa kepadatan jadwal belajar dan perbedaan keterlibatan orang tua dalam pendampingan siswa di rumah.</p> <p>The growing phenomenon of Integrated Islamic Schools (SIT) in Indonesia is one response to the need for integration between general education and religious education. The Indonesian Network of Integrated Islamic Schools (JSIT) offers a distinctive curriculum that emphasizes the integration of Islamic values throughout the entire educational process. This study aims to describe the implementation of the JSIT Indonesia’s distinctive curriculum at SDIT Bina Insani Kweden Ngasem Kediri, covering curriculum integration design, the learning process, educator management, as well as supporting factors and obstacles encountered. The study employs a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that curriculum implementation is proceeding smoothly through the integration of the Merdeka Curriculum with the JSIT Distinctive Curriculum across the intracurricular, cocurricular, and extracurricular dimensions. The integrated approach successfully integrated Islamic values into learning. The success of the implementation was supported by teacher competence, a religious environment, and synergy with parents, although there were still obstacles in the form of a crowded schedule and differences in parental involvement in supporting students at home.</p> Moh. Fido Eggi Nurfahrurozi Copyright (c) 2026 Moh. Fido Eggi Nurfahrurozi 2026-06-22 2026-06-22 12 1 139 156 10.26594/dirasat.v12i1.6485 Manajemen dan Sistem Pengelolaan Pondok Pesantren An-Ni’mah Batam dalam Perspektif Pengenalan Lapangan Persekolahan https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6423 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen dan sistem pengelolaan Pondok Pesantren An-Ni’mah Batam berdasarkan pengalaman Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Penulisan pada penelitian ini merupakan pengembangan dari laporan lapangan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui telaah dokumen, observasi partisipatif terbatas, dan refleksi pengalaman selama kegiatan PLP berlangsung. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana pesantren mengelola unsur pimpinan, administrasi, keuangan, pengasuhan santri, kegiatan pendidikan, dan pembinaan budaya lembaga. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pengelolaan pesantren cenderung mengikuti prinsip manajemen pendidikan Islam yang menekankan keterpaduan antara perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Sistem kerja lembaga ditopang oleh struktur kepengasuhan yang relatif jelas, pembagian tugas administratif, pengelolaan kegiatan santri, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan harian. Temuan PLP juga menunjukkan adanya integrasi antara pendidikan agama, pendidikan umum, dan keterampilan hidup yang menjadi ciri khas pesantren modern. Dari perspektif teori POAC dan pesantren sebagai sistem sosial, An-Ni’mah memperlihatkan pola kerja yang menjaga keteraturan organisasi sekaligus mempertahankan identitas pesantren sebagai lembaga pembinaan akhlak. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa kekuatan utama manajemen pesantren terletak pada keselarasan antara nilai, struktur, dan praktik keseharian. Kajian ini diharapkan memberi kontribusi bagi mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam dalam memahami manajemen lembaga pesantren secara lebih konseptual dan aplikatif.</p> <p>This study aims to describe the management and administrative system of the An-Ni’mah Islamic Boarding School in Batam based on the experience School Field Experience (PLP). The writing in this study is a development of a field report using a descriptive-qualitative approach through document analysis, limited participatory observation, and reflection on experiences during the PLP activities. The focus of the study is on how the pesantren manages leadership, administration, finance, student care, educational activities, and the cultivation of institutional culture. The results of the discussion indicate that the management of the pesantren tends to follow the principles of Islamic educational management, which emphasize the integration of planning, organization, implementation, and supervision. The institution’s operational system is supported by a relatively clear caregiving structure, division of administrative tasks, management of student activities, and the reinforcement of Islamic values in daily life. PLP findings also indicate the integration of religious education, general education, and <em>life skills</em> a hallmark of modern Islamic boarding schools. From the perspective of POAC theory and the pesantren as a social system, An-Ni’mah demonstrates a working pattern that maintains organizational order while preserving the pesantren’s identity as an institution for character development. The results of this study conclude that the primary strength of pesantren management lies in the alignment between values, structure, and daily practices. This study is expected to help students of Islamic Education Management gain a more conceptual and practical understanding of the management of Islamic boarding schools.</p> Mista Aldi Susanto Ahmad Sa'adi Pendi Pendi M. Ali Amrin Hasibuan Copyright (c) 2026 Mista Aldi Susanto, Ahmad Sa'adi, Pendi Pendi, M. Ali Amrin Hasibuan 2026-06-22 2026-06-22 12 1 157 177 10.26594/dirasat.v12i1.6423 Manajemen Inovatif dalam Pembelajaran PAI Berbasis Karakter dan Akhlak Mulia https://journal.unipdu.ac.id/index.php/dirasat/article/view/6593 <p>Penelitian ini bertujuan untuk membahas strategi manajemen inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berbasis karakter dan akhlak mulia. Latar belakang studi ini adalah tantangan pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang memengaruhi pola perilaku peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan berlokasi di SMP Negeri 2 Peterongan Jombang Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan manajerial yang kreatif dan adaptif sangat penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI. Guru dituntut tidak hanya sebagai penyampaikan materi, tetapi juga sebagai teladan dan fasilitator pembentukan karakter. Inovasi pembelajaran meliputi penggunaan media digital, proyek berbasis nilai, dan mentoring keagamaan. Selain itu keterlibatan aktif orang tua dan budaya sekolah yang religius turut memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari siswa. Sistem evaluasi berbasis karakter seperti catatan perilaku dan aplikasi digital juga menjadi bagian dari strategi yang diterapkan. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi, guru, sekolah dan orang tua untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam karakter dan akhlak mulia.</p> <p>This study aims to discuss innovative management strategies in Islamic Religious Education (PAI) learning based on character and noble morals. The study is driven by the growing challenge of character education amid the rapid advancement of technology that affects student behavior patterns. This descriptive qualitative research utilized observation, interviews, and documentation as data collec- tion techniques, located at SMP Negeri 2 Peterongan, Jombang, East Java. The findings reveal that creative and adaptive managerial approaches are crucial in planning, implementing, and evaluating PAI instruction. Teachers are expected to be not only content deliverers but also role models and facilitators of character development. Educational innovations in- clude the use of digital media, value-based projects, and religious mentoring. Moreover, active parental involvement and a religious school culture strengthen the internalization of Islamic values in students' daily lives. Character-based evaluation systems, such as behavior notes and digital applications, are also part of the implemented strategy. This study emphasizes the importance of synergy between tech- nology, educators, schools, and parents in shaping students who are not only intellectually competent but also excel in character and moral integrity.</p> Lilik Maftuhatin Moh. Makmun Selvi Amaliyah Copyright (c) 2026 Lilik Maftuhatin, Moh Makmun, Selvi Amaliyah 2026-06-22 2026-06-22 12 1 178 194 10.26594/dirasat.v12i1.6593