PENGEMBANGAN MEDIA COMIC CARD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS II DI MIS BUSTANUL ULUM BADAS SUMOBITO JOMBANG
Abstract
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di MIS. Bustanul Ulum Badas, siswa kelas II mengalami kesulitan dalam mempelajari mata pelajaran Bahasa Indonesia dikarenakan tidak adanya media pembelajaran. Untuk itu, penulis mengembangkan media comic card dengan tujuan meningkatkan minat belajar siswa yang nantinya juga berdampak pada hasil belajar siswa. Penulisan ini merupakan penulisan Research and Development dengan teknik analisis data menggunakan Flow Model, dan teknik pengumpulan data berupa observasi , wawancara, angket dan test. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa media comic card dinyatakan efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata validasi desain sebesar 83,33%, validasi ahli materi sebesar 89,58%, dan validasi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 100%. Selain itu, hasil uji coba pemakaian pada uji coba 1 dan uji coba 2 juga membuktikan bahwa media comic card dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, hal ini diketahui dari perolehan hasil uji N-Gain terhadap nilai siswa sebesar 0,82.
Downloads
Views: 2 | Downloads: 2
Published
Issue
Section
License
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.