PERAN PENGARUH SANTRI DALAM MENCEGAH TERJADINYA BULLYING DI PONDOK PESANTREN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bullying santri, peran pengasuh dalam mengatasi bullying, serta faktor-faktor penyebab terjadinya bullying di Pondok Pesantren Muhammad Basiuni Imran Sambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi meliputi bullying fisik dan bullying verbal. Bullying merupakan fenomena yang kompleks dan tidak selalu terpantau oleh pengasuh pesantren akibat jumlah santri yang besar dan padatnya aktivitas pesantren. Peran pengasuh dalam mengatasi bullying diwujudkan melalui peran sebagai mu’allim (pendidik), mu’addib (pembina disiplin), dan murabbi (teladan). Faktor penyebab bullying terdiri atas faktor individu dan pengaruh kelompok. Oleh karena itu, pencegahan bullying perlu dilakukan secara komprehensif melalui pembinaan individu dan penciptaan lingkungan sosial pesantren yang aman dan bebas dari kekerasan.
Downloads
Views: 2 | Downloads: 0
Published
Issue
Section
License
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.