Pengembangan dan Uji Keefektifan Media Kereta Urut Provinsi (Kursi) pada Pembelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah
Abstract
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peranan yang signifikan dalam meningkatkan sensitivitas siswa terhadap keragaman suku dan budaya. Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di MI Miftahul Huda Sumolawang, ditemukan bahwa siswa kelas IV menghadapi tantangan dalam memahami materi pengurutan provinsi dan keberagaman budaya, yang disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Kereta Urut Provinsi (Kursi) guna meningkatkan minat serta hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan tes, serta analisis data menggunakan Flow Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kursi sangat valid dan efektif, dengan skor validasi desain mencapai 91,6%, validasi materi 95,8%, dan validasi dari guru IPS 100%. Uji coba penggunaan media ini menunjukkan adanya peningkatan minat dan hasil belajar siswa, dengan nilai N-Gain sebesar 0,82. Temuan ini mengindikasikan bahwa media Kursi berkontribusi positif terhadap kualitas pembelajaran IPS.
Downloads
Views: 2 | Downloads: 5
Published
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah?Creative Commons Attribution License?yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat?Efek Akses Terbuka).