Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Dampak Media Sosial Terhadap Pembentukan Akhlak Siswa di Madrasah Aliyah
Abstract
Pendidikan akhlak di era globalisasi memiliki posisi penting dalam membentuk karakter siswa yang beretika dan berakhlak baik, terutama di tengah maraknya penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan langkah-langkah yang diambil oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi dampak media sosial terhadap pembentukan akhlak siswa di MA Assulaimaniyah Mojoagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial di MA Assulaimaniyah Mojoagung cukup baik dan terkelola dengan penerapan beberapa batasan. Media sosial memberikan dampak positif dan negatif bagi siswa. Upaya guru PAI, khususnya dalam mata pelajaran Akidah Akhlak, dilakukan dengan pendekatan psikologis melalui pemberian nasihat dan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Downloads
Views: 2 | Downloads: 3
Published
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah?Creative Commons Attribution License?yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat?Efek Akses Terbuka).