Hubungan Pemahaman Kitab Fath al-Qarib dengan Hasil Belajar Fikih Siswa Madrasah Aliyah: Studi Korelasional pada Pendidikan Berbasis Pesantren
Abstract
Pembelajaran kitab kuning merupakan ciri khas pendidikan pesantren yang berperan dalam memperkuat pemahaman fikih peserta didik. Salah satu kitab yang banyak digunakan adalah Fath al-Qarib, yang memuat konsep-konsep dasar fikih mazhab Syafi'i dan berpotensi mendukung pembelajaran fikih di Madrasah Aliyah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pemahaman kitab Fath al-Qarib dengan hasil belajar fikih siswa Madrasah Aliyah Unggulan Darul Ulum Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui angket, dokumentasi, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman kitab Fath al-Qarib berada pada kategori baik dengan persentase 69,6%, sedangkan hasil belajar fikih berada pada kategori sangat baik dengan persentase 76%. Analisis statistik menghasilkan koefisien korelasi Spearman sebesar 0,510, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang dan signifikan antara kedua variabel. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik pemahaman siswa terhadap kitab Fath al-Qarib, semakin tinggi pula capaian hasil belajar fikih yang diperoleh. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran kitab kuning dengan kurikulum madrasah sebagai strategi untuk memperkuat penguasaan konsep fikih dan meningkatkan kualitas pembelajaran pada lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah?Creative Commons Attribution License?yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat?Efek Akses Terbuka).