https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/issue/feedReligi: Jurnal Studi Islam2026-07-29T08:20:05+00:00Muhammad Syafi'ijurnal.religi@fai.unipdu.ac.idOpen Journal Systems<div style="text-align: justify;"><p>Religi: Jurnal Studi Islam (P-ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1180425297" target="_blank">1978-306X</a>; E-ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1443691404" target="_blank">2477-8397</a>) adalah jurnal ilmiah berkala sebagai media desiminasi hasil kerja akademik para peneliti, dosen dan penulis. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah konsepsional dan hasil penelitian studi keislaman yang meliputi: Studi al-Qur'an, Studi Hadis, Hukum Islam, Pendidikan Islam, Pemikiran Islam, Filsafat Islam, Ekonomi Islam dan kajian-kajian keislaman lain. Terbit berkala setiap bulan April dan Oktober. Religi: Jurnal Studi Islam diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang.</p></div>https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6701Dinamika Pernikahan Dini dalam Perspektif Keluarga Sakinah: Studi Kasus di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan2026-07-29T07:02:04+00:00Annisa Nurfania Fisabilillafaniaa0811@gmail.comMoh Makmunmohmakmun@fai.unipdu.ac.idMahmud Hudacakhuudaa@gmail.comHaris Hidayatullohharishidayatulloh@fai.unipdu.ac.id<p>Pernikahan dini masih menjadi fenomena sosial yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia dan berpotensi memengaruhi keberlangsungan kehidupan keluarga. Di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, praktik pernikahan dini dipengaruhi oleh konstruksi sosial masyarakat yang memandang pernikahan sebagai cara menghindari stigma sosial, menjaga kehormatan keluarga, serta meyakini bahwa pernikahan akan membawa kemudahan rezeki. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pernikahan dini terhadap upaya mewujudkan keluarga sakinah pada pasangan yang menikah di usia muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pasangan pelaku pernikahan dini serta tokoh masyarakat di Desa Sidomukti. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini memberikan dampak yang beragam terhadap kehidupan keluarga. Dampak positif berupa terjaganya hubungan dari perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan sosial serta meningkatnya tanggung jawab pasangan setelah menikah. Namun, dampak negatif lebih dominan, meliputi ketidakmatangan emosional, keterbatasan ekonomi, rendahnya kesiapan menjalankan peran sebagai suami dan istri, serta meningkatnya potensi konflik rumah tangga yang menghambat terwujudnya keluarga sakinah. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan membangun keluarga sakinah tidak hanya ditentukan oleh legalitas pernikahan, tetapi juga oleh kesiapan psikologis, ekonomi, sosial, dan spiritual pasangan. Oleh karena itu, penguatan pendidikan pranikah serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai risiko pernikahan dini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan keluarga.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6702Efektivitas Fungsi Penghulu dalam Pelayanan Administrasi Hukum Perkawinan dan Wakaf: Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang2026-07-29T07:10:11+00:00Miratul Khaiyamiratulhayya28@gmail.comMochamad Samsukadisamsukadi@fai.unipdu.ac.idAgus Mahfudinagusmahfudin@fai.unipdu.ac.idUmi Hasunahumihasunah@fai.unipdu.ac.id<p>Penghulu memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan hukum keluarga Islam melalui pencatatan perkawinan dan pelaksanaan tugas sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW). Optimalisasi fungsi tersebut menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan administrasi keagamaan di Kantor Urusan Agama (KUA). Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelaksanaan fungsi penghulu dalam pelayanan administrasi hukum perkawinan dan wakaf di KUA Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan penghulu, kepala KUA, serta pihak terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi penghulu telah berjalan secara efektif, yang ditunjukkan oleh terlaksananya pelayanan pencatatan perkawinan dan pembuatan Akta Ikrar Wakaf sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Efektivitas tersebut didukung oleh pembinaan teknis, pelatihan berkelanjutan, koordinasi kelembagaan, serta kompetensi penghulu dalam bidang hukum Islam dan administrasi keagamaan. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan adanya keterbatasan dalam penguasaan aspek hukum keperdataan dan administrasi perwakafan yang memerlukan peningkatan kapasitas profesional secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi penghulu menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan hukum keluarga Islam serta mewujudkan tata kelola administrasi keagamaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepastian hukum.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6703Pengembangan Media KOPINCA untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah2026-07-29T07:21:42+00:00Erviana Indartie.indarti21@gmail.comNur Ulwiyahnurulwiyah@fai.unipdu.ac.idEka Nurjanahekanurjanah@fai.unipdu.ac.idImam Mutaqinimammutaqin@fai.unipdu.ac.id<p>Kemampuan membaca permulaan merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah sebagai fondasi bagi keberhasilan pembelajaran pada jenjang berikutnya. Hasil observasi dan wawancara di MI Sunan Kalijogo Subontoro menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan membaca karena keterbatasan media pembelajaran yang mendukung proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran Kotak Pintar Membaca (KOPINCA) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia, khususnya kemampuan membaca permulaan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan (sebutkan model yang digunakan, misalnya ADDIE atau Borg & Gall). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi, dan tes kemampuan membaca. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif terhadap hasil validasi ahli dan uji efektivitas menggunakan skor N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media KOPINCA memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi, ditunjukkan oleh hasil validasi ahli desain sebesar 92%, validasi ahli materi 100%, dan validasi guru 100%. Uji coba penggunaan media juga menunjukkan peningkatan kemampuan membaca siswa dengan nilai N-Gain sebesar 0,83 yang termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa media KOPINCA efektif digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa media pembelajaran inovatif yang dapat mendukung pembelajaran membaca pada pendidikan dasar.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6704Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Website (PILAR) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPAS Siswa Madrasah Ibtidaiyah2026-07-29T07:28:13+00:00Fahmila Nurfaizaf.nurfaiza@unipdu.ac.idIndra Kusuma Wardaniindrakusumawardani@mipa.unipdu.ac.idGaluh Tisna Widianagaluhtisnawidiana@fai.unipdu.ac.idMiftahul Ilmi Suwignya Putramifta.unipdu@gmail.com<p>Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Madrasah Ibtidaiyah. Hasil observasi di SDI Al Muhajirin Janti, Jogoroto, Jombang menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS masih didominasi metode konvensional dengan pemanfaatan media yang terbatas, sehingga motivasi belajar siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website PILAR yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi panca indra. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan (sebutkan model yang digunakan, misalnya ADDIE atau Borg & Gall). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta diuji efektivitasnya menggunakan skor N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PILAR memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi berdasarkan validasi ahli materi sebesar 97,9%, validasi ahli desain 89,5%, dan validasi guru mata pelajaran IPAS 100%. Uji coba penggunaan media memperoleh respons positif dari siswa dengan skor angket sebesar 80,7%, sedangkan hasil uji efektivitas menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,86 yang termasuk kategori tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa media PILAR efektif dalam meningkatkan motivasi belajar sekaligus mendukung peningkatan hasil belajar siswa pada materi panca indra. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa media pembelajaran digital berbasis website yang dapat dimanfaatkan sebagai inovasi pembelajaran IPAS di Madrasah Ibtidaiyah.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6705Problem-Based Learning sebagai Strategi Pengembangan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Kitab Mabadi Fikih di Madrasah Diniyah2026-07-29T07:36:04+00:00Moh Latifurrohmanlatifurrohman09@gmail.comMukhlisin Mukhlisinmukhisin@fai.unipdu.ac.idAndik Wahyun Muqoyyidinandikwm@fai.unipdu.ac.idAfif Nur Lailiafifnurlaili889@gmail.com<p>Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran fikih agar peserta didik mampu memahami konsep hukum Islam secara kontekstual dan menerapkannya dalam penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran Mabadi Fikih di Madrasah Diniyah masih didominasi pendekatan konvensional yang berpusat pada guru sehingga partisipasi aktif siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Problem-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Mabadi Fikih serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa di MTs Syafi'iyah Pulorejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan guru Mabadi Fikih serta siswa kelas VIII. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBL berlangsung melalui tahapan penyajian masalah kontekstual, diskusi dan investigasi kelompok, klarifikasi konsep oleh guru, penyampaian hasil pemecahan masalah, serta refleksi dan evaluasi pembelajaran. Strategi tersebut mendorong siswa untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis berbagai alternatif solusi berdasarkan dalil fikih, mengemukakan argumentasi secara logis, dan mengambil keputusan secara rasional. Efektivitas implementasi PBL dipengaruhi oleh kesiapan siswa, kompetensi pedagogik guru, pengelolaan kelas, serta pemilihan kasus yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa Problem-Based Learning merupakan strategi yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran Mabadi Fikih sekaligus memperkuat pembelajaran fikih yang lebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6706Strategi Pedagogis Guru Al-Qur'an Hadis dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Siswa Madrasah Tsanawiyah2026-07-29T07:43:35+00:00Faroikha Jannatun Naimahfarahfaraikha@gmail.comMujianto Sholichinmujiantosolichin@gmail.comMuhammad Syafiimuhammadsyafii@fai.unipdu.ac.id<p>Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik di madrasah sebagai fondasi dalam memahami ajaran Islam. Hasil observasi awal di MTs Al-Ma'arif Brudu, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang menunjukkan bahwa sebagian siswa kelas VIII belum mampu membaca Al-Qur'an secara lancar sesuai kaidah tajwid dan fashahah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pedagogis guru Al-Qur'an Hadis dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan guru Al-Qur'an Hadis serta siswa kelas VIII. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Al-Qur'an Hadis menjalankan peran pedagogis secara komprehensif sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, dan motivator. Peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an dilakukan melalui penyesuaian metode pembelajaran berdasarkan tingkat kemampuan siswa, bimbingan individual terhadap kesalahan bacaan, latihan berulang (drill) untuk memperkuat penguasaan tajwid dan fashahah, serta pemberian motivasi melalui penguatan positif berupa apresiasi dan penghargaan. Strategi tersebut terbukti meningkatkan kepercayaan diri, kelancaran membaca, dan ketepatan penerapan kaidah tajwid pada siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Al-Qur'an tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan guru menerapkan strategi pedagogis yang adaptif sesuai dengan karakteristik peserta didik.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6707Hubungan Pemahaman Kitab Fath al-Qarib dengan Hasil Belajar Fikih Siswa Madrasah Aliyah: Studi Korelasional pada Pendidikan Berbasis Pesantren2026-07-29T07:49:05+00:00Titin Karlinatitinkarlina002@gmail.comAmrulloh Amrullohamrulloh@pps.unipdu.ac.idBakri Bakribakri@staf.unipdu.ac.id<p>Pembelajaran kitab kuning merupakan ciri khas pendidikan pesantren yang berperan dalam memperkuat pemahaman fikih peserta didik. Salah satu kitab yang banyak digunakan adalah Fath al-Qarib, yang memuat konsep-konsep dasar fikih mazhab Syafi'i dan berpotensi mendukung pembelajaran fikih di Madrasah Aliyah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pemahaman kitab Fath al-Qarib dengan hasil belajar fikih siswa Madrasah Aliyah Unggulan Darul Ulum Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui angket, dokumentasi, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman kitab Fath al-Qarib berada pada kategori baik dengan persentase 69,6%, sedangkan hasil belajar fikih berada pada kategori sangat baik dengan persentase 76%. Analisis statistik menghasilkan koefisien korelasi Spearman sebesar 0,510, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang dan signifikan antara kedua variabel. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik pemahaman siswa terhadap kitab Fath al-Qarib, semakin tinggi pula capaian hasil belajar fikih yang diperoleh. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran kitab kuning dengan kurikulum madrasah sebagai strategi untuk memperkuat penguasaan konsep fikih dan meningkatkan kualitas pembelajaran pada lembaga pendidikan berbasis pesantren.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6708Metode Pendidikan Islam Perspektif Al-Qur'an dan Implementasinya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Analisis Q.S. An-Nahl [16]:125 dan Q.S. Ali 'Imran [3]:1592026-07-29T07:57:24+00:00Muhamad Khamalikhamali250@gmail.comAinaul Mardliyahainaulmardliyah@fai.unipdu.ac.idLilik Maftuhatinlilikmaftuhatin@fai.unipdu.ac.idArifin Arifinarifin@staf.unipdu.ac.id<p>Al-Qur'an tidak hanya menjadi sumber ajaran Islam, tetapi juga memuat prinsip-prinsip pedagogis yang dapat dijadikan landasan dalam penyelenggaraan pendidikan. Namun, implementasi metode pendidikan yang bersumber dari nilai-nilai Al-Qur'an dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih memerlukan kajian empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pendidikan Islam yang terkandung dalam Q.S. An-Nahl [16]:125 dan Q.S. Ali 'Imran [3]:159 serta implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XI MA Balongrejo Sumobito. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain integratif yang mengombinasikan studi kepustakaan (library research) untuk menganalisis kandungan ayat dan penelitian lapangan (field research) untuk mengkaji implementasinya dalam praktik pembelajaran. Data lapangan diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam dan siswa kelas XI. Analisis data dilakukan secara tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi enam metode pendidikan yang bersumber dari kedua ayat tersebut, yaitu metode hikmah, mau'izhah hasanah, mujÄdalah, musyawarah, kelembutan (rifq), dan pemaafan. Implementasi metode-metode tersebut diwujudkan melalui penyediaan sumber belajar yang beragam, diskusi kelompok, tanya jawab, pembelajaran kolaboratif, komunikasi yang santun, serta pemberian umpan balik yang humanis. Temuan ini menunjukkan bahwa pedagogi Qur'ani tidak hanya memiliki landasan normatif yang kuat, tetapi juga relevan diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk membangun lingkungan belajar yang dialogis, partisipatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6709Pengaruh Pembelajaran Al-Jurumiyyah terhadap Kemampuan Membaca Kitab Fath al-Qarib: Studi pada Madrasah Diniyah Pondok Pesantren2026-07-29T08:03:19+00:00Nurhidayat Nurhidayatnurhidayatd30@gmail.comZaimuddin Wijaya Asadzaimuddin.asad.2@gmail.comDhikrul Hakimdhikrulhakim@fai.unipdu.ac.id<p>Penguasaan ilmu nahwu merupakan kompetensi fundamental yang mendukung kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab kuning. Salah satu kitab dasar yang digunakan dalam pembelajaran nahwu di pesantren adalah Al-Jurumiyyah, yang berfungsi sebagai fondasi dalam memahami struktur bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi pembelajaran Al-Jurumiyyah terhadap kemampuan membaca kitab Fath al-Qarib pada santri Madrasah Diniyah Asrama Roudlotul Qur'an 1 Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Al-Jurumiyyah berada pada kategori sedang dengan persentase 73,49%, sedangkan kemampuan membaca kitab Fath al-Qarib berada pada kategori tinggi dengan persentase 85,5%. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa nilai t<sub>hitung</sub> = 13,063 lebih besar daripada t<sub>tabel</sub> = 1,678, sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan antara implementasi pembelajaran Al-Jurumiyyah dan kemampuan membaca kitab Fath al-Qarib. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan pembelajaran nahwu melalui kitab Al-Jurumiyyah berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan membaca kitab kuning. Oleh karena itu, pembelajaran nahwu perlu dioptimalkan sebagai fondasi dalam pengembangan kompetensi literasi kitab klasik di lingkungan pesantren.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://journal.unipdu.ac.id/index.php/religi/article/view/6710Etika Menuntut Ilmu dalam Perspektif Al-Zarnuji dan KH. Hasyim Asyari: Analisis Komparatif terhadap Talim al-Mutaallim dan Adab al-Alim wa al-Mutaallim2026-07-29T08:10:42+00:00Diana Cahyaningsihdianaa.chy@gmail.comAli Muhsinalimuhsin@fai.unipdu.ac.idYahya Ashariyahyaashari@fai.unipdu.ac.id<p>Degradasi etika belajar di kalangan peserta didik menjadi salah satu tantangan pendidikan Islam kontemporer yang berdampak pada menurunnya kualitas proses dan hasil pembelajaran. Literatur klasik Islam menawarkan konsep etika menuntut ilmu yang masih relevan untuk menjawab persoalan tersebut, namun kajian komparatif terhadap pemikiran ulama klasik dan ulama Nusantara masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep etika menuntut ilmu dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim karya Al-Zarnuji dan Adab al-'Alim wa al-Muta'allim karya KH. Hasyim Asy'ari serta mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan relevansinya bagi pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses kategorisasi, komparasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kitab memiliki kesamaan dalam menempatkan keikhlasan niat, kesungguhan belajar, sikap tawaduk kepada guru, sifat wara', serta orientasi pencarian ilmu sebagai fondasi pembentukan karakter penuntut ilmu. Perbedaannya terletak pada penekanan konsep. Al-Zarnuji lebih menitikberatkan pada dimensi spiritual, adab terhadap guru, dan strategi memperoleh keberkahan ilmu, sedangkan KH. Hasyim Asy'ari memberikan perhatian yang lebih luas terhadap disiplin akademik, pengelolaan diri, etika interaksi ilmiah, serta tanggung jawab moral dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan sintesis bahwa etika menuntut ilmu dalam tradisi pendidikan Islam merupakan integrasi antara dimensi spiritual, moral, intelektual, dan sosial yang relevan sebagai landasan penguatan pendidikan karakter dan etika akademik pada lembaga pendidikan Islam masa kini.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026