Perluasan dan Pemerataan Akses Kependidikan Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)

Authors

  • Ahmad Syafii UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.26594/dirasat.v4i2.1535

Keywords:

Expansion, equitable access to education, Daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Abstract

Educating the life of the nation is the task of the state agains it’s people. Education is the noble ideal that has been outlined since this nation was born. With education this nation can contribute with other nations in the world. However, in reality access to education in society has not been evenly distributed. There are still areas, leading and left behind that require a lot of educational touch. Equity is required for access to education so that every citizen who has the same opportunity is educated. Government program ssuch as the SM3T or Bina Daerah program become the chosen strategy. However, it should be supported by the community as a Civil Society. People must also move to develop education.

References

Mahpudz, Asep, Amiruddin Kade, dan Harudin Haerudin, “Analisis Kebijakan Dan Kelayakan Mutu Tenaga Pendidik Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Penyelenggaraan Pendidikan Dasar di Provinsi Sulawesi Tengah,” Media Litbang Sulteng 2, no. 2 (21 Februari, 2012): hal. 3, http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/MLS/article/view/52.

Idrus, Muhammad. “Mutu Pendidikan Dan Pemerataan Pendidikan Di Daerah,” Psikopedagogia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 1, no. 2 (1 Desember, 2012), doi:10.12928/psikopedagogia.v1i2.4603.

Hakim, Lukman. “PemerataanAkses Pendidikan Bagi Rakyat SesuaiDenganAmanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 TentangSistem Pendidikan Nasional” 2, no. 1 (2016): 12.

Hasthoro, Handoko Arwi, dan Nanik Ambarwati, AnalisisSebaran Guru Dikdasmen di Wilayah 3 T (Terluar, Terdepan Dan Tertinggal): Tinjauan Sekolah Menengah Pertama (Jakarta: Pusat Data Dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, 2016).

Dewantara, Ki Hadjar. Bagian Pertama: Pendidikan (Yogyakarta: Percetakan Taman Siswa, 1962).

Tilaar, H.A.R. Standarisasi Pendidikan Nasional Suatu Tinjauan Kritis (Jakarta: Rineka Cipta, 2006).

Arifin, Anwar. Paradigma Baru Pendidikan Nasional (Jakarta: Balai Pustaka, 2005).

Lubis, M. Solly. Dimensi-Dimensi Manajemen Pembangunan (Bandung: Mandar Maju, 1996).

Gultom, Maidin. Perlindungan Hukum Terhadap Anak dan Perempuan (Jakarta: Refika Aditama, 2012).

Sen, Amartya Kumar. Development as Freedom (New York: Anchor Books, 2000).

Ustama, Dicky Djatnika. “Peranan Pendidikan Dalam Pengentasan Kemiskinan,” Dialogue 6, no. 1 (30 Oktober 2010): 4.

Gessler, Michael, dan Iman K. Ashmawy, “The Effect of Political Decentralization on School Leadership in German Vocational Schools,” Educational Management Administration & Leadership 44, no. 2 (1 Maret 2016): 184–204, DOI: 10.1177/1741143214549967.

Juharyanto. “Kepemimpinan Unggul Kepala Sekolah Dasar Daerah Terpencil: Studi Multisitus Pada Sekolah Dasar Di Kabupaten Bondowoso,” Sekolah Dasar: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan 26, no. 1 (23 Agustus 2017): 89, DOI :10.17977/um009v26i12017p089.

Sawirdi. “Implentasi Kebijakan SD-SMP Negeri 4 Satu Atap Di Desa Pongkar Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun,” Jurnal Pendidikan 17, no. 2 (28 November 2017): 114.

Published

2018-12-03

How to Cite

Syafii, A. (2018). Perluasan dan Pemerataan Akses Kependidikan Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 4(2), 153–171. https://doi.org/10.26594/dirasat.v4i2.1535

Issue

Section

Artikel