Analisis Dramaturgi Erving Goffman pada Peran Guru dalam Praktik Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMA Dr. Soetomo Surabaya

Authors

  • Vierna Nurihza Salsabila Universitas K.H. Abdul Chalim Pacet Mojokerto
  • Muslihun Muslihun Universitas K.H. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

DOI:

https://doi.org/10.26594/dirasat.v11i1.6144

Keywords:

Sosiologi, Dramaturgi, Erving Goffman, Peran Guru, Kurikulum Merdeka, Sociology, Dramaturgy, Teacher’s Role, Independent Curriculum.

Abstract

Sebagaimana penerapan Kurikulum Merdeka untuk menyempurnakan aspek-aspek yang masih kurang pada kurikulum-kurikulum sebelumnya, sehingga tercipta sistem pendidikan yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Guru dipandang sebagai ujung tombak dalam pendidikan. Guru bukan saja membantu peserta didik menembangkan pengetahuan kognitifnya, tetapi juga dapat membantu peserta didik mengubah dan mengarahkan perilakunya menjadi semakin baik. Di sinilah peran penting seorang tenaga pengajar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis Dramaturgi Erving Goffman pada Peran Guru dalam praktik pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMA Dr. Soetomo Surabaya, serta melakukan analisis Dramaturgi Erving Goffman pada peran guru di luar praktik pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMA Dr. Soetomo Surabaya. Penlitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek peneltian adalah SMA Dr. Soetomo Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini yaitu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Staf Kurikulum SMA Dr Soetomo Surabaya. Analisis data dalam penelitian ini mengadopsi metode Milles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Verikasi keabsahan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam kelas, guru bertanggung jawab untuk memberikan pembelajaran yang menginspirasi, memotivasi, dan mendukung peserta didik dalam mencapai kompetensi yang diinginkan sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum. Guru juga berperan sebagai fasilitator pembelajaran aktif, sehingga peserta didik turut berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Saat di luar kelas, peran guru juga tidak kalah penting. Guru memainkan peran sebagai mentor, membimbing, dan memberikan dukungan kepada peserta didik di luar konteks pembelajaran formal. Contohnya dengan memberikan bimbingan karier, mengadakan kegiatan ekstrakurikuler, atau bahkan memberikan motivasi. Guru juga berperan dalam membentuk karakter dan nilai-nilai peserta didik, menjadi teladan yang baik dalam hal integritas, kerjasama, dan tanggung jawab.

The implementation of the Merdeka Curriculum aims to address and improve the shortcomings of previous curricula, thereby creating an educational system that is effective and responsive to contemporary developments. Teachers are regarded as the frontline actors in education. They not only assist students in developing their cognitive knowledge but also play a crucial role in shaping and directing students’ behavior toward positive change. This highlights the significant role of teachers as educators. This study aims to analyze Erving Goffman’s dramaturgical perspective on the role of teachers in the implementation of the Merdeka Curriculum learning practices at SMA Dr. Soetomo Surabaya, as well as to examine teachers’ roles outside formal Merdeka Curriculum learning practices at the same institution. This research employs a qualitative approach with a case study design. The research site is SMA Dr. Soetomo Surabaya. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data sources consisted of the Vice Principal for Curriculum Affairs and curriculum staff at SMA Dr. Soetomo Surabaya. Data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation techniques. The findings indicate that within the classroom, teachers are responsible for delivering inspiring, motivating, and supportive learning experiences to help students achieve the expected competencies in accordance with curriculum principles. Teachers also function as facilitators of active learning, encouraging students’ active participation in the learning process. Outside the classroom, teachers’ roles remain equally important. Teachers act as mentors by providing guidance and support beyond formal learning contexts, such as offering career guidance, organizing extracurricular activities, and providing motivation. Moreover, teachers contribute to character building and the cultivation of values, serving as role models in integrity, cooperation, and responsibility.

References

Amelia, Nia, Eka Tusyana, dan Seka Andrean. “Problematika Guru dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.” Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 2023.

Astuti, Windi Okta Sari. Tinjauan Literatur terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Skripsi, 2023.

Guarango, Piedad Magali. “Mengenal Etika dan Akhlak Islam.” Dalam Abu Bakar Jabir al-Jazairi, Minhaj al-Muslim. Kairo: Dar al-‘Aqidah, 2022.

Harahap, Nursapia. Penelitian Kualitatif. Medan: Wal Ashri Publishing, 2020.

Hudaidah, dan Adelia Putri Ananda. “Perkembangan Kurikulum Pendidikan Indonesia dari Masa ke Masa.” Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah 3, no. 2 (2021): 102–108.

Insani, Farah Dina. “Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia Sejak Awal Kemerdekaan hingga Saat Ini.” As-Salam: Jurnal Studi Hukum Islam dan Pendidikan 8, no. 1 (2019): 43–64.

Misbah, Mrd. “Pemberangkatan Pengantin yang Memakai Pakaian Haji Menurut Hukum Islam.” Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi 8, no. 1 (2022): 75–87.

Novriadi, Feri. Tinjauan Filsafat Perspektif Islam terhadap Kurikulum Merdeka. Skripsi, 2023.

Priantini, Dewa Ayu Made Manu Okta, Ni Ketut Suarni, dan I. Ketut Suar Adnyana. “Analisis Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar untuk Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas.” Jurnal Penjaminan Mutu 8, no. 2 (2022): 238–244.

Rahmadayanti, Dewi, dan Agung Hartoyo. “Potret Kurikulum Merdeka: Wujud Merdeka Belajar di Sekolah Dasar.” Jurnal Basicedu 6, no. 4 (2022): 7174–7187.

Sukatin, dan P. Pahmi. “Kurikulum sebagai Ujung Tombak Pendidikan dalam Mempersiapkan Generasi Bangsa.” Contemplate 1, no. 1 (2020): 78.

Suryaman, Maman. “Orientasi Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar.” Dalam Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra, 13–28. Malang: Universitas Negeri Malang, 2020.

Trisnawati, Winda. Tinjauan Aksiologi pada Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka Belajar. Skripsi, 2022.

Dwi, Yohanes Probo. “Pengolahan Citra dan Konstruksi Diri Pengajar pada Ruang Riil dan Ruang Virtual di Lembaga Pendidikan.” Dalam Prosiding Seminar Nasional dan Internasional, 492–499. Yogyakarta, 2017.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Salsabila, V. N., & Muslihun, M. (2025). Analisis Dramaturgi Erving Goffman pada Peran Guru dalam Praktik Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMA Dr. Soetomo Surabaya. Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 11(1), 90–106. https://doi.org/10.26594/dirasat.v11i1.6144